Selasa, 20 September 2011

Kerusakan TN Kerinci Seblat Ancam Produksi Pangan

Kerusakan TN Kerinci Seblat Ancam Produksi Pangan
Selasa, 20 September 2011 10:39 WIB     
BENGKULU MICOM: Kerusakan kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)  mengancam produksi pangan di empat provinsi yakni Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, dan Sumatra Selatan.

"Hampir 10 juta hektare persawahan di empat provinsi ini, sumber airnya berasal dari TNKS sehingga kerusakan kawasan konservasi ini akan berdampak besar bagi upaya pemenuhan kebutuhan pangan empat provinsi ini," kata Koordinator Aliansi Konservasi Alam Raya (AKAR) Network Barlian, Selasa (20/9).

Saat ini kerusakan atas kawasan seluas 1,3 juta hektare itu sudah mencapai 30 persen dan terus meningkat akibat berbagai kepentingan. Menurut dia, ancaman terbaru dan dampaknya diperkirakan cukup besar adalah rencana pembukaan jalan tembus antarprovinsi yang akan memperparah fragmentasi kawasan hutan dan terbukanya akses bagi perambah.

"Penebangan dan perambahan liar pun tanpa henti terus menyempitkan zona inti, termasuk perburuan liar juga berkontribusi terhadap pemiskinan hayati kawasan hutan warisan dunia ini," tambahnya.

Ia mengatakan, AKAR Network yang merupakan gabungan delapan lembaga lingkungan yang berasal dari empat provinsi tersebut, mendesak pemerintah menyikapi kondisi genting kawasan kawasan TNKS yang saat ini terancam eksploitasi tambang emas.

Penelususan AKAR Network menemukan 300 ribu hektare kawasan penyangga (buffer zone) TNKS sudah diberikan pemerintah kepada perusahaan tambang emas.

"Jika kawasan penyangga ini diberikan kepada koorporasi, empat provinsi ini akan menghadapi penurunan produksi pangan sebesar 100 juta ton setiap tahun," katanya. (Ant/OL-04)
Sumber :
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/20/260981/126/101/Kerusakan-TN-Kerinci-Seblat-Ancam-Produksi-Pangan