Jumat, 04 Maret 2011

PEMILIHAN KEPALA DAERAH “BALADA DALAM DUKUNGAN SEMU”


PEMILIHAN KEPALA DAERAH
“BALADA DALAM DUKUNGAN SEMU”
Oleh Syamsul Bahri, SE

Pada Tahun 2011 ini, dipropinsi Jambi akan berlangsung Pilkada untuk Bupati/wakil Bupati seperti Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, dan Muara Jambi, serta lanjutan putaran II Pilwako Sungaipenuh, sedangkan  yang sudah dilaksanakan adalah Kabupaten Batang hari, Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Timur.

Jika kita cermati kondisi Pelaksanaan Pilkada yang telah berlangsung, kecenderungan banyak pasangan baik incumbent maupun bukan incumbent ataupun Independent terlalu dinina bobok dengan sebuah fakta dalam dukungan semu, hal ini sudah banyak terbukti, bahwa data dari peta politik hasil pemantauan oleh tim ”seakan-akan berpihak” pada pasangan tersebut, tapi kenyataan pada hari H justru terbalik, sehingga analisa Ilmiah belum bisa memprediksi kondisi ini, karena ada sebuah kekuatan ”invisible hand” yang bermain justru menjelang hari (H), kondisi ini sebuah bukti pembelajaran politik yang tidak baik selama proses demokrasi langsung di Indonesia, apa lagi beberapa indikasi pelanggaran pilkada dan money politik yang selama ini menjadi sebuah permainan yang terkesan dilegalkan oleh sebuah ketentuan Peraturan dan Perundangan melalui pembatasan waktu pembuktian, money politik yang sangat sulit dibuktikan namun faktanya ini menjadi sebuah kekuatan dan menjadi sebuah permainan dan menjadi dipermainkan oleh masyarakat atau sang calon.

Kondisi yang tercipta menjadi sebuah “balada Pilkada dukungan semu” baik itu dukungan aspiratif secara tertulis maupun tidak tertulis, baik dari lembaga resmi (non government) maupun tidak resmi menjadi bagian permainan dan pemain dalam Pilkada langsung, sehingga dukungan semu pra hari (H) belum menjamin sebuah kemenangan, dan belum mencerminkan sebuah kekuatan menuju hari (H), bahkan dukungan basis secara tradisional juga belum bisa dijadikan jaminan yang kongkrit.

Proses Pilkada langsung selama era reformasi telah menciptakan pembelajararn politik buruk di tingkat elite dan akar rumput, yang berindikasi kepada ketidak pedulian pada kelayakan seorang pimpinan daerah apakah Gubernur atau Bupati/walikota, namun lebih mengutamakan kepentingan sesaat yaitu berapa nilai rupiah atas suara yang diberikan, itupun terjadi kompetisi diantara pemilih.

Fakta tersebut sebuah cerminan kegagalan demokrasi dan kegagalan pembangunan ekonomi, karena diperkirakan cukup banyak pemilih berpikir suara mereka dinilai dengan setitik rupiah untuk setitik harapan dalam satu hari.

Jadi apa yang menjadi tujuan demokrasi sebagai system untuk mewujudkan tatanan berbangsa dan bernegara yang diimplementasikan dalam penyelengaraan Negara dari eksekutif, legeslatif dan yudikatif bekerja dan berbuat untuk Negara dalam hal ini “Pemilik Negara” yaitu Rakyat, karena kedaulan rakayat, dengan indicator keberhasilan adalah pada tatanan ekonomi yang mapan di tingkat masyarakat sebagaimana yang diimpikan oleh Pembukaan UUD 1945 yaitu alinea terakhir “…….serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak tercapai, karena hasil demokrasi yang benar terciptanya dan terwujudnya keadilan social bagi seluruh rakyart Indonesia, tidak tercapai karena demokrasi yang belum benar, melahirkan sebuah proses Pilkada dengan dukungan semu, yang membawa implikasi pada besarnya cost politik di partai Politik dan money politik, melahirkan sebuah kepemimpinan yang berkerja berdasarkan Investasi Politik dalam bentuk financial (money dan cost politik) maupun non financial yang kemungkinan akan dikonversikan dalam financial, lalu bagaimana Pembangunan bangsa ini sebagaimana diperintahkan oleh UUD 1945, wait and see

Jika amati, antara demokrasi dan kesejahteraan rakyat, terkesan seperti telur dengan ayam, demokrasi bertujuan mewjudkan kesejahteraan rakyat, kesejahteraan rakyat sangat sulit terwujud dengan pola dan sistim demokrasi yang menciptakan demokrasi sebagaimana yang terjadi saat ini dimana seluruh kekuatan financial Negara dan bakal calon dan calon dikeluarkan sebagai investasi politik untuk mendukung proses Pilkada langsung saat ini, namun tidak menghasilkan apa yang diamanatkan dalam demokrasi sebagai alat untuk mewjudkan kesejahteraan social.

Rabu, 02 Maret 2011

REFELEKSI PILKADA LANGSUNG TERHADAP PEMBANGUNAN


REFELEKSI PILKADA LANGSUNG
TERHADAP PEMBANGUNAN
Oleh Syamsul Bahri, SE

Sosiolog Barrington Moore Jr dalam buku Social Origins of Dictatorship and Democracy mengemukakan ”tak ada kelompok borjuis, tak ada demokrasi”. Sebuah asumsi dari Barrington Moore, demokrasi akan tumbuh dan berkembang jika kelas borjuis menjadi kuat dan aktif dalam proses demokratisasi.

Kondisi itu terjadi di Indonesia saat ini, para kelompok berjuis, ”berlomba” merambah dunia politik sebagai pejabat public, fenomena kedekatan berjois dan dunia politik bukan hal baru. Pada era Orde Baru sejumlah pengusaha menduduki berbagai jabatan publik, dalam mewjudkan hubungan antara Pemerintah dan rakyat..

Hubungan antara pemerintahan (state) dengan rakyat/warga Negara (society) berada alam tatanan bingkai interaksi politik dalam wujud organisasi Negara, hubungan tersebut dalam bungkusan yang indah namanya  “demokrasi”. Bahwa demokrasi  menjadi cara terbaik dalam perkembangan organisasi negara modern, merupakan instrumen universal, namun juga memiliki karakteristik ideografis seperti demokrasi liberalis, demokrasi sosialis dan bahkan demokrasi Pancasila, di Indonesia demokrasi diimplemntasikan dalam demokrasi dalam lingkup negara dan demokrasi lokal.

Sistem politik daerah yang dikenal dengan demokrasi local salah satunya di wujudakan dengan Pemilihan Kepala daerah dan Legeslatif secara langsung baik Propinsi maupun Kabupaten/kota, yang merupakan sub system dari sistem politik nasional dalam tatanan berbangsa dan bernegara.
Demokrasi adalah sebuah system untuk mewujudkan tatanan berbangsa dan bernegara yang diimplementasikan dalam penyelengaraan Negara dari eksekutif, legeslatif dan yudikatif bekerja dan berbuat untuk Negara dalam hal ini “Pemilik Negara” yaitu Rakyat, karena kedaulan rakayat, dengan indicator keberhasilan adalah pada tatanan ekonomi yang mapan di tingkat masyarakat sebagaimana yang diimpikan oleh Pembukaan UUD 1945 yaitu alinea terakhir “…….serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, hal ini didukung oleh Pernyataan Surya Paloh (Metro TV, senin, 1 februari 2010, jam 18;02 wib) "Berulang kali dan dimana saja saya katakan. Demokrasi itu bukan tujuan. Demokrasi itu hanyalah alat untuk mencapai tujuan," kata Surya Paloh saat berpidato dalam pendeklarasian Ormas Nasionalis Demokrat di Istora Senayan Jakarta, Senin (1/2) sore, bahkkan ditambahkan oleh beliau “tidak ada gunanya demokrasi kalau tidak menghantarkan kepada kesejahteraan sosial yang lebih baik. Keadilan sosial yang lebih baik. Kehidupan yang lebih nyaman serta mendorong persatuan dan kesatuan”
Justru yang terjadi di Indonesia, malah apa yang dikatakan oleh Mahattir Muhammad dalam sebuah pernyataan “Kalau saya disuruh memilih antara hidup dalam suasana demokrasi, tetapi sulit mencari makanan, dengan hidup dalam situasi hak-hak pribadi dibatasi, tetapi bisa dapat bekerja, gampang carai makan, masih bisa nabung, maka saya akan lebih memilih hidup dengan beberapa pribadi saya dibatasi “
Lalu apa persoalan mendasar, sehingga apa yang seharusnya menjadi tujuan sebuah demokrasi tersebut tidak tercapai, apakah sistimnya yang salah atau pelaksanaannya yang salah
Demokrasi lokal yang diwujudkan dalam pemilihan legeslatif dan eksekutif di daerah, terutama pemilihan kepala daerah, merupakan sebuah momentum yang memerlukan sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan besar dalam pelaksanaannya. Pertanyaan ini berkaitan dengan demokrasi partisipatoris yang akan dilakukan, betapa tidak, pemberian kedaulatan rakyat daerah pada elitnya masih diwarnai ketidakjelasan, baik dari prosedur kerja penyelenggara maupun peserta dan posisi pemilihnya, karena demokrasi local dibangun untuk memberikan peluang yang menjadi impian dari rakyat di daerah dalam pemberian legitimasi
Lalu apa lacurnya, Pilkada langsung justru menimbulkan banyak hal negative dalam upaya mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sangat sulit dicapai, karena untuk menjadi Pimpinan daerah mengahruskan cost dan money politik yang luar biasa, tentunya membawa implikasi pada tatan bagaimana mengembalikan cost dan money politik yang telah dikeluarkan, yang tentunya akan melakukan pembangunan yang berorientasi pada guna proyek dengan mengabaikan manfaat proyek, mengeksploitasi SDA tanpa melihat nilai-nilai lingkungan dan nilai ekonomi tidak langsung yang akan mengorbankan masuarakat dan lingkungan jangka panjang; seterusnya penempatan SKPD atau Kepala Dinas beserta perangkat tidak berdasarkan keahlian (zaken cabinet) namun berorientasi kepada balas jasa dan balas budi kepada tim pendukung dengan tetap berpegang kepada berapa banyak kemungkinan pengembalian Invetasti Politik kepada Kepala Daerah
Dengan tatanan yang tercipta dalam sistim demokrasi tersebut, pembangunan Kesejahteraan masyarakat menjadi bagian yang terlupakan, karena dasar pembangunan tidak berdasarkan kepada kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan walaupun itu menjadi “jualan kampanye”, melainkan berorientasi berapa banyak financial benefit yang direoleh, fakta saat ini, bahwa kemiskinan memang turun, tetapi bukan turan dalam jumlah, melainkan turun ke anak cucu kita.
Memang kita harus menyadari, bahwa kepentingan Parpol penguasa di pusat/daerah terhapa kemenangan Pimpinan Daerah/Pimpinan Nasional tidak bias dipungkiri sebagai sebuah asset partai uantuk mendukung kelancaran perjalanan partai, baik melalui kebijaksanaan atau kebijakan yang mengarah pada benefit ke Parpol penguasa sangat tinggi, sehingga sinkronisasi Programn Pembanguan dari Pusat sampai ke Daerah, jelas tidak akan mungkin terjadi, karena secara nasional Pimpinan Nasional adalah Partai democrat, sedangkan di daerah tentunya terdiri dari berbagai Parrtai pemenang, yang memiliki agenda yang sama tahun 2014, tentunya kesengajaan untuk ketidak sinkronisasi memang hal yang diskeneriokan.
Memang banyak pemikir dan ahli mengatakan “bahwa untuk terwujudnya suatu demokrasi yang baik, dibutuhkan sebuah proses yang panjang dan biaya yang tinggi”, apakah kalimat pembenaran tersebut membenarkan penciptaan kesengsaraan dan penderitaan masyarakat ?
Mari kita lihat dan evaluasi sistim demokrasi dalam pilkada langsung saat ini, sangat sedikit yang berjalan dengan damai, sangat banyak yang membuahkan hasil perpecahan kelompok, penciptaan kemiskinan.

Jumat, 18 Februari 2011

Bank soal


BANK SOAL
MATERI KULIAH PARIWISATA
Disusun oleh
SYAMSUL BAHRI, SE
(Dosen Ekonomi Pariwisata dan Manajemen Pariwisata)
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Sakti Alam Kerinci
 (STIE-SAK)








Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Sakti Alam Kerinci
 (STIE-SAK)
(Dipergunakan untuk lingkungan STIE-SAK)

Sungai Penuh, Januari 2011

BANK SOAL
I.      (ESSAY TEST)
Jawablah pertanyaan dibawah ini, dengan singkat dan tepat !!!!
  1. Dalam Pariwisata, fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan antara lain fungsi perencanaan pariwisata dalam bentuk kegiatan Marketting research, situational analysis, market target, tourism promotion, pemberdayaan masyarakat dan swasta dll
  2. Coba kamu jelaskan pengaruh pariwisata terhadap ekonomi yang berkaitan dengan Kesempatan kerja dan memperkecil penggangguran !!!
  3. Dalam Usaha pariwisata, coba kamu jelaskan yang dimaksud dengan
a.      Jasa Biro Perjalanan Wisata
b.     Jasa Agen Perjalanan Wisata
c.      Jasa Pramuwisata
  1. Coba kamu jelaskan dan perbedaan pengertian Wisata dan rekreasi
  2. Coba kamu jelaskan fungsi dan peranan Pemandu Wisata/pramuwisata
  3. Coba kamu jelaskan pengetian dan persyaratan seseorang/kelompok orang bisa dikatakan melakukan perjalanan wisata ???
  4. Coba kamu jelaskan perubahan pola konsumsi Pariwisata (consumers-behaviour pattern) saat ini
  5. Sesorang melakukan kegiatan wisata dipengaruhi oleh motivasi, adapun motivasi dikelompokkan menjadi empat kelompok besar,  Coba kamu jelaskan yang dimaksud dengan 
a.      Physical or physiological motivation yaitu motivasi yang bersifat fisik atau fisologis
b.     Cultural Motivation yaitu keinginan untuk mengetahui budaya
c.      Social or interpersonal motivation yaitu motivasi yang bersifat social
d.     Fantasy Motivation
  1. Coba kamu jelaskan yang dimaksud dengan motivasi 5 P
  2. Motivasi  merupakan  satu  penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau menginginkan sesuatu tujuan yang hendak dicapai, coba kamu jelaskan motivasi tersebut dikaitkan dengan Pariwisata !!!
11. Dalam aspek penawaran pariwisata, tolong anda jelaskan yang dimaksud dengan aspek Attraction (daya tarik),
12. Dalam aspek penawaran pariwisata, tolong anda jelaskan yang dimaksud dengan aspek Accesable (bisa dicapai).
13. Dalam aspek penawaran pariwisata, tolong anda jelaskan yang dimaksud dengan aspek Fasilitas (Amenities).
14. Coba kamu jelaskan pengertian Permintaan (demand) dalam kepariwisataan !!!
15. Coba kamu jelaskan salah factor utama permintaan wisata adalah harga (price)
16. Coba kamu jelaskan salah factor utama permintaan wisata adalah Pendapatan (In come perkapita)
17. Coba kamu jelaskan salah factor utama permintaan wisata adalah Sosial Politik
18. Coba kami terangkan pengaruh musim dalam deman pariwisata !!!
19. Coba kami terangkan pengaruh keamanan dalam deman pariwisata !!!
20. Jelaskan yang dimaksud dengan kalimat ini ”Kaya uang, tetapi miskin waktu” atau time poor – money rich people dalam pariwisata
21. Coba kamu jelaskan pengaruh pariwisata terhadap ekonomi yang berkaitan dengan Kesempatan kerja dan memperkecil penggangguran !!!
22. Kegiatan Pariwisata, merupakan arus lalu lintas orang yang melakukan perjalanan wisata untuk mendapatkan kepuasan (kemakmuran lebih) akan memberikan pengaruh terhadap kebijikan – kebijakan  sebagai berikut (jelaskan yang dimaskud dengan)
a.      Kesempatan kerja dan memperkecil penggangguran
b.     Peningkatan penerimaan pajak dan retribusi  (Tax Revenue)
c.      Meningkatkan pendapatan Nasional (National Income)
d.     Memperkuat neraca pembayaran (Net Balance of Payment)
23. Coba kamu jelaskan pengaruh pariwisata terhadap ekonomi yang berkaitan dengan Kesempatan kerja dan memperkecil penggangguran !!!
  1. Dalam proses perencanaan Pariwisata, tolong kamu jelaskan yang dimaksud dengan sbb:
a.      Apa yang dilihat (something to see)
b.     Apa yang dilakukan (something to do)
c.      Apa yang akan dibeli (something to buy)
  1. Menurut Prof Salah Wahab, bahwa perencanaan itu melalui 3 tingkatan atau tahapan, dimana tahapan satu dengan yang lainnya tidak terpisahkan, tolong kamu jelaskan penghertian perencanaan  dibawah ini
a.      Where I am Now ?
b.     Where do I want to to be ?
c.       How do I get from where I am Now to where I want to be ?
  1. Dalam manajemen diperlukan alat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yang dikienal dengan dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets, dalam manajemen pariwisata ODTWA termasuk alat dari unsur “Material”
  2. Tolong kamu jelaskan pengertian kalimat “Pembangunan pariwisata harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan”
  3. Typologi pariwisata adalah allcentris, psycocentris dan Mid-centris, coba kamu jelaskan perbedaan Allocentris dan psycocentris
28. Coba kamu jelaskan dampak sosial budaya dari kegiatan pariwisata umum/masal (mass tourism)
29. Industri pariwisata saat sekarang haru berorientasi pada antara lain (jelaskan)
a.      ecologis Oriented
b.     community economic development oriented
c.      local culture friendly oriented
30. Tolong jelaskan pengertian kalimat ini  ”Pariwisata adalah industri terbesar di dunia”
31. Pariwisata merupakan industri yang tidak berpolusi, jelaskan pengertian kalimat tersebut
32. Wisata lingkungan atau ekowisata, lebih cenderung memiliki orientasi 5 P, dalam rangka kembali ke alam (back to nature), jelaskan pengertian kalimat tsb
33. Jelaskan pengertian kalimat ini “Pembangunan pariwisata harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan”
34. Jelaskan pengertian salah satu pesona dalam Sapta Pesona yaitu  ”AMAN“, ”TERTIB”, ”INDAH”
35.   Pariwisata di kabupaten Kerinci/Kota Sungaipenuh belum memberikan makna dan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah, coba kamu jelaskan alasannya
36.   Coba kamu jelaskan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan Pariwisata di kabupaten Kerinci dan Kota sungaipenuh
37.   Coba kamu jelaskan pengaruh pariwisata terhadap budaya lokal !!!
38.   Dalam  deman pariwisata dan suplay pariwisata, coba kamu jelaskan hubungan deman pariwisata dengan accessibilty terutama di Kerinci

II.   PERNYATAAN BETUL ATAU SALAH
Pilih dan beri tanda silang pada Huruf (B) jika pernyataan itu benar dan huruf (S) jika pernyataan dibawah ini salah
1.     B-S Strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan atau community-based tourism development
2.     B-S  Undang-undang RI No. 10 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan
3.     B-S  kegiatan usaha bersifat komersial yang mengatur, mengkoordinir dan menyediakan tenaga pramuwisata untuk memberikan pelayanan bagi seseorang atau kelompok orang yang melakukan perjalanan wisata disebut Jasa Pramu Wisata
4.     B-S  Dalam Pariwisata, fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan antara lain fungsi perencanaan pariwisata dalam bentuk kegiatan Marketting research, situational analysis, market target, tourism promotion, pemberdayaan masyarakat dan swasta dll
5.     B-S Usaha pemanfaatan sumber daya alam dan tata lingkungannya yang telah ditetapkan sebagai obyek dan daya tarik wisata untuk dijadikan sasaran wisata dinamakan Pengusahaan obyek dan daya tarik wisata alam
6.     B-S Community based Tourism Development (CBTD) adalah melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengembangan Pariwisarta
7.     B-S Motivasi  merupakan  satu  penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau menginginkan sesuatu tujuan yang hendak dicapai
8.     B-S Kebutuhan estetik adalah merujuk kepada kebutuhan manusia untuk memiliki dan memahami keindahan dan kecantikan dalam dirinya.  Salah satu untuk memiliki perasaan tersebut adalah dengan cara salah satu melalui berwisata, untuk mengembalikan kesegaran, kejenuhan, dan mengatahui hal-hal yang baru
9.     B-S Polusi membuat seseorang mengalami kegembiraan dan kwesejukan, dan menumbuh semangat kerja, sehingga untuk mengembalikan semangat dan motivasi kerja perlu diadakan suatu bentuk kegiatan yang dapat mengembalikan kondisi lebih baik yaitu dengan melakukan wisata
10.   B-S  Wisata berfokus hanya ingin santai dan menikmati sun-sea, sand, and sex, saat ini berubah menjadi pola konsumsi wisata yang lebih tinggi, meskipun tetap santai tetapi dengan selera yang lebih meningkat yakni menikmati produk atau kreasi budaya (culture) dan peninggalan sejarah (heritage) serta nature atau eko-wisata dari suatu daerah atau Negara
11.   B-S  Yang menjadi roh pariwisata Indonesia adalah culture dan heritage
12.   B-S  Sejumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual ke pasar, dengan harga tertentu dalam Pariwisata dinamakan Demand Pariwisata
13.   B-S  Hotel dan motel, lokasi perkemahan, rumah makan, rumah tinggal, dinamakan Akomodasi dan cetering (Accomodation and catering)
14.   B-S  Pendapatan dan harga tidak mempengaruhi permintaan Pariwisata
15.   B-S  Pariwisata akan berjalan dengan baik apabila hubungan demand pariwista (sebagai seseorang/kelompok orang yang akan dan melakukan perjalanan wisata dari daerah lain atau negara lain) dengan suplay pariwisata (sebagai negara/daerah yang menerima, melayani wisata) berjalan dengan baik
16.   B-S  Dalam manajemen diperlukan alat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yang dikenal dengan dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets, dalam manajemen pariwisata Nagera Asal Pengunjung termasuk alat dari unsur “Markets
17.   B-S  Yang melakukan wisata, secara ekonomi merupakan orang atau sekelompok orang yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik (kemakmuran/kesejahteraan lebih) serta orang-orang yang memiliki kesibukan yang ekstra tinggi dalam lingkungan kebisingan kota
18.   B-S  pengeluaran oleh wisatawan untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka mencapai kepuasan, dalam pengeluaran dan pembelanjaannya akan mendatangkan peningkatan penerimaan pajak dan retribusi (Tax Revenue) bagi suatu Negara atau daerah
19.   B-S  Pintu Gerbang Wisata Indonesia bagian Barat yang terdekat dengan DTW Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh adata Bandara Internasional Minang Kabau atau Minangkabau International Airforce
20.   B-S  Pembangunan pariwisata harus didasarkan pada kriteria keberlanjutan yang artinya bahwa pembangunan dapat didukung secara ekologis dalam jangka panjang sekaligus layak secara ekonomi, adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat” (Piagam Pariwisata Berkelanjutan, 1995)
21.   B-S  Masyarakat tempatan (Community based Tourism Development ), kondisi masyarakat sekitar DTW menjadi peranan penting, dalam kontek pembanguan ekonomi kerakyatan, sehingga peran aktif mereka selaku pelaku pariwisata dalam memberikan pelayanan sangat penting dalam mengoptimalkan pelayanan prima (Sapta Pesona) sekaligus selaku pelaku bisnis pariwisata
22.   B-S  Pariwisata disebut sebagai katalisator pembangunan dapat mendukung perekonomian Negara dengan efek negative yang sangat kecil
23.   B-S  Pariwisata, diakui sebagai sebuah Industri besar (the world's largest industry) yang tidak menghasil polusi, mendatangkan devisa negara, lapangan kerja, multiplier effect yang besar
24.   B-S  wisata masal (Masstourisme), lebih banyak menguntungkan pengusaha besar
25.   B-S  Wisata masal (Masstourisme) lebih memiliki pengaruh social yang negatif bagi masyarakat sekitar obyek wisata antara lain (1) Degradasi identitas social dan nilai tradisional masyarakat local, (2) Benturan budaya, (3) stress social akibat perubahan fisik, (4)Isu mengenai etika dalam pergaulan masyarakat
26.   B-S  Yang menjadi andalan Pariwisata Kerinci dan Kota Sungaipenuh adalah Wisata Alam dan Budaya
27.   B-S  Typologi wisatawan ke ODTWA di Kerinci adalah gabungan  allocentris dan psycocentris
28.   B-S  Pariwisata Kerinci berorientasi pada Wisata masal (Masstourisme)
29.   B-S  Dalam rangka pengembangan pariwisata Kerinci (Kab Kerinci/Kota Sungaipenuh), yang dikaitkan dengan FMPDK harus dilakukan langkah-langkah strategis antara lain Marketting research, situational analysis, market target, tourism promotion, pemberdayaan masyarakat dan swasta

III.           Pilihan Berganda
Pilih dan Silanglah  jawab yang kamu nilai benar dan tepat diantara jawaban (a), (b), (c), atau (d) dalam pertanyaan dibawah ini

1.     kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata, menyediakan atau mengusahakan obyek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata dan usaha lain yang terkait di bidang kepariwisataan, dinamakan (a). Pariwisata. (b). Wisata.  (c). Wisatawan. (d). Wisman
2.     kegiatan ekonomi dalam bentuk penyediaan barang dan jasa secara langsung dan atau tidak langsung untuk mencukupi kebutuhan wisatawan dalam perjalanan, melalui kontak dengan wisatawan, dinamakan (a). Industri. (b). Home Industri.  (c). Industri Pariwisata. (d). Pariwisata
3.     Kegiatan usaha yang bersifat komersial yang mengatur, menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan bagi seseorang, atau sekelompok orang untuk melakukan perjalanan dengan tujuan utama untuk berwisata, dinamakan (a). Biro Perjalanan. (b). Jasa Biro Perjalanan Wisata. (c). Perjalanan Wisata   (d). Pariwiasata
4.     Dalam Pariwisata, Pemerintah lebih berfungsi sebagai (a) Pelaku, (b) Regulator, (c) Fasilitator, (d) b dan c betul
5.     Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam disingkat dengan (a) ODTWA, (b) ODDTWA, (c) ODTW, (d) ADDTWA
6.     Dalam Pariwisata, polusi membuat seseorang mengalami kejenuhan, dan menghilangkan semangat kerja, sehingga untuk mengembalikan semangat dan motivasi kerja perlu diadakan suatu bentuk kegiatan yang dapat mengembalikan kondisi lebih baik yaitu dengan melakukan (a) wisata, (b)  kerja, (c) ke hutan, (d) kerja
7.     Yang mendorong manusia bertindak untuk sesuatu tujuan, termasuk untuk berwisata disebut (a). Motivator.   (b). Motiarasi.  (c). Motivasi   (d). Mativasi
8.     Dalam motivasi wisata 5 P antara lain adalah polusi kecuali,  (a) Udara, (b) Air, (c) Pandangan, (d) uang
9.     Pola Konsumi wisata saat ini lebih focus  pada (a) sun-sea, sand, and sex, (b) kreasi budaya (culture) dan peninggalan sejarah (heritage) serta nature, (c) a dan b salah, (d) a dan b betul
10. Rohnya Pariwisata Indonesia adalah (a) cultural, (b) nature, (c) Heritage, (d) a dan c betul Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan wisatawan (Tourist Demand) antara lain (a). Hubungan politik.  (b). Kebijakan Pemerintah), (c). nilai tukar (Foreign exchange). (d). betul semua
11. Sejumlah barang dan jasa yang tersedia untuk dijual ke pasar, dengan harga tertentu dalam pariwisata dinamakan (a) Demand (permintaan), (b) Suplay (penawaran), (c) a dan b betul, (d) a dan b salah
12. Pemberian informasi dan nasihat, reservasi, karcis dan vouchers, Penukaran uang, Pakaian berpergian dan peralatan Travel dalam pelayanan wisata dinamakan (a) Persiapan perjalanan ( Travel preparation), (b) Pergerakan (Movments), (c) a dan b betul, (d) a dan b salah
13. Sejumlah orang yang memenuhi syarat minimal untuk melakukan perjalanan wisata, karena mempunyai banyak uang, keadaan fisik masih kuat, hanya belum mempunyai waktu luang, dinamakan (a) Potential Demand (potensi permintaan), (b) aktive demand, (d) actual demand (permintaan nyata)
14. Perjalanan wisata ke suatu tempat atau Negara, dapat dilakukan apabila pada antara negara asal dan tujuan sama dalam hal (a) disposable income (pendapatan disposable)[1], (b) social economy, (c) politic conditions (d) semua betul
15. barang-barang ekonomi yang ditawarkan yang mungkin dapat dicapai pada waktu tertentu, atau jumlah barang-barang dan jasa yang tersedia di pasar, yang meliputi semua wilaya atau daerah tujuan wisata, yang meliputi daya tarik alam (nature) dan hasil ciptaan manusia (man – made), barang-barang dan jasa (goods and services) yang dapat mendorong orang-orang untuk berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata, dinamakan (a) Penawaran (suplay) atau tourisme supaly, (b) Tourisme Demand, (c) a dan b betul, (d) a dan b salah
16.          Dampak postif dari kegiatan Pariwisata antara lain adalah (a). Meningkatkan pendapatan Nasional (National Income), (b) Kesempatan kerja dan memperkecil penggangguran. (c). Peningkatan penerimaan pajak dan retribusi  (Tax Revenue). (d). (semua betul)
17.          Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan wisatawan (Tourist Demand) antara lain (a). Pendapatan (In-come).  (b). Harga (price), (c). nilai tukar( Foreign exchange). (d). betul semua
18. Secara umum yang melakukan perjalanan wisata lebih di dominasi oleh kelompok (a) Kemampuan ekonomi yang baik, (b)  Kesibukan yang tinggi, (c) Kejenuhan kerja dalam kebisingan dan polusi kota untuk mendapatkan kemvbali kebugaran, (d) semua betul
19. Industri Pariwisata merupakan kegiatan ekonomi ................ (a) tidak banyak menghasil asap (the smokeless industry), (b) Sumber devisa Negara, (c) membuka lapangan kerja
20. Kegiatan Pariwisata merupakan kegiatan startegis, karena (a) sebagai sumber devisa setelah minyak dan gas bumi, (b) Hemat SDA, (c) bagian dari pengentasan kemiskinan, (d) betul semua
21. Pariwisata disebut sebagai katalisator pembangunan di Indonesia, karena (a) dapat mendukung perekonomian Negara, (b) efek negative yang sangat kecil, (c) menumbuhkan perekonomian lokal pada ODTW, (d) hemat lahan
22. Pengembangan Pariwisata di Indonesia harus berorientasi pada Pariwisata berkelanjutan, artinya adalah pariwisata  (a) didukung secara ekologis, (b) layak secara ekonomi, (c) a dan b betul, (d) a dan b salah
23. Untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dengan dukungan sistem penyelenggaraan kepemerintahan yang baik (good governance) yang melibatkan partisipasi aktif  dan seimbang antara (a) pemerintah, swasta, dan masyarakat, (b) pemerintah, swasta, (c) pemerintah, dan masyarakat, (d) swasta, dan masyarakat
24. Dalam proses perencanaan pariwisata, haruslah berdasakan hal-hal antara lain (a) Inventarisasi dan identifikasi serta evaluasi, (b) menghitung pasaran wisata dan memproyeksikan, meperhatikan permintaan (demand), serta persedian (suplay), Analisis investasi, (c)Perlindungan terhadap ODTW, (d) betul semua\
25. Pariwisata, diakui sebagai sebuah Industri besar (the world's largest industry) karena (a)  tidak menghasil polusi, (b) mendatangkan devisa negara, lapangan kerja, (c) multiplier effect yang besar, (d) betul semua
26. Wisata yang bersifat Masstourism (Pariwisata masal atau umum), berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan sbb: (a), manfaat diterima secara ekonomi dan social bagi masyarakat local belum significant, (b) masyarakat cenderung apatis, (c) menguntungkan pengusaha besar, (d) betul semua
27. Industri Pariwisata berkelanjutan, harus berorientasi pada (a) ecologis Oriented, (b) community economic development oriented, (c) loval culture friendly oriented, (d) betul semua
28. Wisata masal lebih memiliki pengaruh social yang negatif bagi masyarakat sekitar obyek wisata antara lain (a) Degradasi identitas social dan nilai tradisional masyarakat local, (b) Benturan budaya dan stress social akibat perubahan fisik, (c)  Isu mengenai etika dalam pergaulan masyarakat, (d) betul semua
29. Pariwisata berkelanjutan harus terintegrasi pada 3 dimensi yaitu (kecuali)..... (a) dimensi lingkungan, (b) dimensi ekonomi, (c) dimensi sosial dan budaya, (d) dimensi Ras
30. Yang menjadikan suatu ODTW/A yang baik dan menarik harus memperhatikan faktor (a) Scarcity (langka) dan Kealmiahan (Natulisme); (b) Keunikan (uniqueness) dan Pemberdayaan masyarakat (community empawerment); (c) Optimilasi lahan, (d) Betul semua
31. Sebuah perjalanan dianggap sebagai Perjalanan wisata apabila memenuhi (kecuali) (a)bersifat sementara, (b) bersifat sukarela dan tidak bekerja, (c) menghabiskan uang, (d) mencari uang
32. Kerinci (kabupaten Kerinci dan kota Sungai penuh) memiliki nilai-nilai ekowisata yang cukup potensial antara lain (a) kesejukan, keindahan alam, (b) keramah tamahan, budaya, (c) a dan b betul, (d) a dan b salah
33. ODTWA andalan Kerinci adalah (a) Gunung Kerinci, (b) gunung Tujuh, (c) Danau kerinci, (d) betul semua
34. Yang menjadi faktor penghambat pengembangan Pariwisata Kerinci (kabupaten Kerinci dan kota Sungai penuh) antara lain (a) Transportasi (b) SDM, (c) Political will, (d) betul semua
35. Typologi wisatawan yang datang ke ODTWA Kerinci adalah (a) Allocentris, (b) psycocentris, (d) Middle-centris, (d) betul semua
36. Kerinci (kabupaten Kerinci dan kota Sungai penuh) lebih tepat dikembangkan menjadi wisata bersifat (a) Masstourism (Pariwisata masal atau umum), (b) Wisata minat Khusus, (c) Ekowisata, (d) b dan c betul
37. Industri Pariwisata berkelanjutan di Kerinci, harus berorientasi pada (a) ecologis Oriented, (b) community economic development oriented, (c) local culture friendly oriented, (d) betul semua
38. Menurut anda Festipal Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK), dilaksanakan sebaiknya 1 kali dalam (a) 1 tahun, (b) 2 tahun, (c) 3 tahun, (d) 5 tahun
39. Dalam manajemen diperlukan alat (tool) untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yang dikenal dengan dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets, dalam manajemen pariwisata ODTWA termasuk alat dari unsur “Material”




[1] Pendapatan yang dibelanjakan untuk konsumsi sesuai dengan rumus Yd=C+S

Selasa, 08 Februari 2011

KECAMATAN SUNGAI PENUH
PENENTU PILWAKO SUNGAIPENUH PUTARAN KEDUA (2)
Oleh Syamsul Bahri, SE (Pengamat, Conservationist)


Pelaksanaan Pemilihan Walikota Sungai Penuh putaran II direncanakan pada tanggal 17 Maret 2011, dengan peserta Pemilihan adalah pasangan Calon walikota Ahmadi Zubir dan Murshal Anzhari sebagai perolehan suara terbanyak I dan Calon walikota pasangan Asfari Jaya Bakri dan Adrinal Salim sebagai pasangan perolehan suara terbanyak II

Jika kita amati hasil putaran pertama bahwa peluang Ahmadi Zubir dan Murshal Anzhari  dengan kemenagan cukup telak, apalagi kondisi saat ini, kemungkinan mengerucutnya Pesisir Bukit dan Hamparan Rawang cukup besar, akan memberi nilai tersendiri bagi pasangan  Ahmadi Zubir dan Murshal Anzhari. Sedangkan pasangan AJB dan Adrinal Salim yang didukung oleh koalisasi nasional yaitu Partai pengusung dan pendukung demokrat, Partai pengusung dan pendukung Golkar dan PKS, bahkan beberapa pasangan yang belum masuk putaran II indikasi bergabung dengan pasangan ini, yang kemungkinan akan meningkat jumlah pemilih bagi pasangan AJB dan Adrinal Salim.

Bahkan saat ini rebutan pengaruh dan klaim dukungan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dinamika Pilwako ini terutama di wilayah Kecamatan Sungai Penuh dan Kumun Debai yang merupakan wilayah secara emosional merupakan wilayah tanpa tuan,  bahkan wilayah ini merupakan wilayah yang dihuni terutama di kecamatan Sungaipenuh, yang dihuni oleh masyarakat Pribumi dan melti etnis, tentunya memerlukan startegi pendekatan yang jitu, baik pendekatan oleh pasangan Ahmadi Zubir dan Murshal Anzhari maupun oleh pasangan AJB dan Adrinal Salim.

Memang jika kita amati peta politik yang tercipta semenjak putaran I pertama dan indikasi mengerucutnya Hamparan Rawang dan Pesisir Bukit, tentunya membuat pasangan pasangan AJB dan Adrinal Salim  harus bekerja keras terutama di wilayah Kecamatan Sungaipenuh dan Kumun debai disamping mempertahankan basis sendiri dan memberi pengaruh di basis lawan,

Seyogyannya pasangan cawako menyadari bahwa dukungan yang dimiliki saat ini secara semu oleh pasangan-pasangan tersebut akan efektif jika didukung oleh (1) factor Mesin Politik adalah Manajemen Organisasi Partai pengusung dan pendukung dengan jejaring kerja yang baik, sampai ke pelosok Desa yang bekerja secara baik, yang mempermudahkan untuk memperkenalkan sang pasangan cawako dan apakah pemilih/constituen tahap pertama cukup loyal, serta apakah tokoh Partai pengusung dan pendukung, pengurus Partai pengusung dan pendukung dan anggota Partai pengusung dan pendukung menjadi panutan di tengah masyarakat, atau memang Pilihan karena figur kondidat yang tidak dipercayai, unsur nepotisme dan money politik dari pihak parpol tertentu yang membuat masyarakat jenuh, dll; (2) adalah factor pasangan” Kandidat yang dipilih oleh Partai pengusung dan pendukung apakah didukung pula oleh pemilih. Pada titik ini kerap terjadi masalah. Kandidat yang dipilih oleh Partai pengusung dan pendukung kerapkali dianggap tidak sesuai dan bukan menjadi harapan dari pemilih. Akibatnya pemilih mencari kandidat lain, meski berasal dari Partai pengusung dan pendukung yang berbeda; (3) factor Golongan putih (Golput) dalam setiap Pemilu baik Pileg, Pilkada, maupun Pilpres tidak mungkin untuk dihindari, dan memang itu sebuah pilihan, dilatar belakang menurut beberapa pengamat adalah instrumen pemilu dan pilkada, yakni antara lain (1). figur kandidat yang ditetapkan dengan parameter profesional, moral, dan nilai jual di tengah masyarakat, ternyata calon yang muncul dinilai masyarakat tidak aspiratif dan tidak kapabel, (2) unsur nepotisme dari pihak parpol tertentu yang membuat masyarakat jenuh. (3) faktor yang juga paling dominan yang menjadi penyebab golput adalah sikap nepotisme pihak-pihak tertentu dalam menetapkan calon sementara, sedangkan dalam kondisi riil bertentangan dengan keinginan masyarakat secara umum hal itu akan memengaruhi orang untuk tidak memilih alias memilih untuk golput,” walaupun pilihan tersebut tidak mendukung upaya demokrasi, munculnya golput bukan hanya disebabkan oleh sebuah pilihan, melainkan disebabkan belum sempurnanya pelayanan KPUD dalam memberikan informasi dan pelayanan untuk warga negara yang akan menyalurkan hak politiknya seperti kisruh DPT dimaknai sebagai kesalahan administrasi, pada hal keselahan ini menyebabkan hak politik seseorang hilang, pada hal legalitas akurat DPT bagian terpenting dalam setiap pemilu demokratis..

Dari beberapa uraian tersebut diatas, kemenangan Partai pengusung dan pendukung pendukung secara kursi dan suara, serta perolehan suara putaran I belum bisa dijadikan jaminan untuk bisa memenangkan pasangan pada Pilwako Tahap II tanggal 17 Maret 2011, hal ini ada beberapa penjelasan mengapa kemenangan dalam Pemilu Legislatif tidak selalu diikuti dengan kemenangan calon yang diusung dalam Pilkada. (1) Pilwako Tahap  I dan II sesungguhnya merupakan pertarungan orang, bukan Partai pengusung dan pendukung. Pasangan yang diusung oleh Partai pengusung dan pendukung pemenang Pemilu Legislatif jika kurang “menjual” sulit untuk dipilih oleh pemilih. Kedua, keberhasilan dalam mengusung calon ditentukan oleh apakah mesin politik bisa didayagunakan dengan baik atau tidak oleh Partai pengusung dan pendukung. Mesin politik ini bukan hanya struktur dan jaringan Partai pengusung dan pendukung sampai ke akar rumput, tetapi juga loyalitas pemilih. Dukungan Partai pengusung dan pendukung yang terpecah-pecah, misalnya ada beberapa kandidat dari Partai pengusung dan pendukung yang ikut maju dalam pertarungan bisa mengurangi loyalitas dan dukungan penuh dari pemilih. Pemilih tidak bisa diharapkan secara penuh mendukung calon yang diusung Partai pengusung dan pendukung ketika banyak kader dari Partai pengusung dan pendukung yang ikut bertarung dalam pemilihan (3) Dukungan secara kedekatan kekerabatan dalam paguyuban dan lintas paguyuban yang memiliki kekerabatan secara adat dan Istiadat, secara emosional, sampai saat ini merupakan indikator yang sangat kuat.

Dari Proses tersebut diatas,  jika kita lihat dari uraian tersebut diatas, ternyata Managemen Poltical Marketing menjadi bagian dari proses Pilwako yang berorioentasi pada logika pemasaran (political market place), yang tidak lepas dari formula Demand and Suplay. Sebagai Partai pengusung dan pendukung atau pasangan yang diusung dengan memggunakan analisis lingkungan (potensi positif dan Negatif atau potensi 0) dan riset dalam melahirkan sebuah opini untuk membuat citra dan mempromosikan sebuah penawaran kompetitif yang akan sangat membantu tujuan Partai pengusung dan pendukung dan tujuan Pasangan.

Harapan kita dalam Pilwako Tahap II political marketing yang bersifat learning relationship (saling mempercayai dan egalitarian) dapat membantu masyarakat dalam untuk mendapatkan pemimpin yang mampu menjalankan kualitas “demokrasi substansial”, bukan sekedar demokrasi prosedural dan juga demokrasi elektoral, bahkan bukan membentuk tirani kekuasaan dalam sebuah dynasti.